Program Pembiayaan & Asuransi Siap Mendukung Usaha Kelapa Sawit Rakyat

Editor , Sutra Televisi
Friday, 22 Sep 2023 16:18 Wita - 301 dilihat
Usaha Kelapa Sawit Rakyat

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki luas wilayah sekitar 38.067 km2, dengan wilayah administrasi 2 Kota, 10 Kabupaten. PDB sektor pertanian mencapai lebih dari 30 persen dari total PDB Provinsi Sultra.

Komoditas perkebunan menjadi unggulan sektor pertanian dengan komoditi Kelapa Sawit, Kakao, Kopi, Cengkeh, Kelapa, Jambu Mete, Lada dan Pala. Luas tutupan Perkebunan Kelapa Sawit di Sulawesi Tenggara mencapai 55.786 Ha, terdiri dari Perkebunan Rakyat 6.084 Ha (10,90%), PTPN 5.875 Ha (10,5%), Perkebunan Besar Swasta 43.827 Ha (78,56%). (Kepmentan No. 833 thn 2019 ).

Asuransi Siap Mendukung Usaha

Saat ini Pemerintah juga sedang gencar melaksanakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), peningkatan SDM, bantuan sarana prasarana sawit, termasuk sertifikasi ISPO bagi pekebun dengan sumber dana dari BPDPKS.

PSR ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas, penguatan kelembagaan Petani sawit, dalam tahapan selanjutnya diharapkan siap menuju sertifikasi ISPO. Pelaksanaan program PSR mendapat bantuan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), namun masih memerlukan sumber dana pendamping Perbankan sampai umur tanaman menghasilkan (3 tahun).

Sementara asuransi diperlukan sebagai proteksi, baik pekebun sendiri bila terjadi kecelakaan kerja, sakit, kematian, dan bagi tanaman sawit misalnya bila terjadi drop hasil panen akibat kekeringan, kebakaran kebun, harga jual TBS jatuh, dsb.

Asuransi dukung Usaha Kelapa Sawit

Simposium bertajuk “Program Pembiayaan dan Asuransi Dalam Mendukung Terwujudnya Ekosistem Usaha Kelapa Sawit Rakyat di Sulawesi Tenggara” telah sukses dilaksanakan dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya pembiayaan dan asuransi bagi petani kelapa sawit di wilayah ini.

Kegiatan ini menjadi platform unik untuk mempertemukan para pemangku kepentingan kelapa sawit di Sulawesi Tenggara, dalam upaya membangun ekosistem usaha kelapa sawit yang sehat dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan Simposium berlangsung dua hari dari tanggal 21 – 22 September 2023. Kegiatan paparan dan diskusi selama satu hari penuh yakni Kamis, tanggal 21 September 2023, diikuti 246 peserta dari berbagai pemangku kepentingan kelapa sawit (SKPD Provinsi, Kabupaten, dan Kota Kendari, Koperasi/kelompok tani kelapa sawit, BUMDES, Akademisi, Perbankan, Asuransi, dan dari Pusat Riset Ekonomi dan Perilaku Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN).

Dua sesi paparan narasumber yang berkompeten, berasal Ditjen Perkebunan, BPDPKS, BRIN, Solidaridad Indonesia, Bank BRI, Koperasi GSI, Asuransi Umum Takaful dan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra. Kegiatan hari ke dua, Jumat tanggal 22 September 2023 adalah kunjungan lapangan ke kebun sawit pekebun dan calon lahan pembangunan PKS kerjasama antara GPPI, Koperasi GSI dan Asuransi Umum Takaful.

Kegiatan simposium dibiayai dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dengan tujuan menyediakan pedoman yang lengkap dan akurat terkait pembiayaan dan asuransi, yang akan menjadi panduan bagi pekebun sawit mandiri, pemerintah, asosiasi, industri perkebunan kelapa sawit, koperasi pekebun sawit, perbankan, lembaga keuangan dan asuransi untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembiayaan dan asuransi yg efektif.

Selain memberikan pemahaman yang mendalam, Simposium ini juga menitikberatkan pada aspek pembiayaan dan asuransi sebagai bagian integral dalam roadmap pertanian kelapa sawit rakyat.

Selain serangkaian acara tersebut di atas, dalam di sesi akhir simposium dilakukan penyerahan simbolis polis asuransi kepada petani demi melindungi petani dari risiko yang mungkin timbul, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara berbagai pihak terkait yaitu : Koperasi GSI, GPPI, BRIN, Bank BRI dan Asuransi Takaful Umum. MoU ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dan diimplementasikan dalam waktu dekat.

Simposium ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat ekosistem usaha kelapa sawit di Sulawesi Tenggara. Dengan pemahaman yang lebih baik, dalam hal sumber pembiayaan yang tersedia di BPDPKS, Perbankan/BRI, dan program perlindungan asuransi petani sawit yang sesuai, dan dukungan hasil riset BRIN diharapkan sektor perkelapasawitan ini dapat terus berkembang dan berkontribusi besar dalam mencapai kesejahteraan petani sawit dalam menunjang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Kendari khususnya dan Provinsi Sulawesi pada umumnya

PRESS RELEASE GPPI 22 SEPTEMBER 2023

 

Topik ::